Redaksi Manggisan.ORG Situs www.manggisan.org adalah media online yang dikelola oleh santri FATIHUL ULUM Manggisan. Artikel tidak mencerminkan sikap resmi Pondok Pesantren Fatihul Ulum.

Pelayanan Sosial dalam Islam

2 min read

Pertanyaan: Apa konsep pelayanan sosial dalam Islam? Apakah kita harus bekerja untuk komunitas Muslim saja atau untuk seluruh umat manusia seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad (saw)? Mohon klarifikasi.

Pelayanan Sosial dalam Islam

Jawaban:
Dalam Islam, pelayanan sosial adalah besar maknanya. Apapun jasa seseorang merender untuk kesejahteraan umat manusia, dan melalui perbuatan ini, berharap untuk berkat-berkat Allah akan dianggap sebagai amal saleh. perbuatan tersebut jika dilakukan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah (dan bukan untuk pengakuan atau pertunjukan) akan dianggap Karze Hasanat dan pasti akan dihargai oleh Allah.

Allah berfirman dalam Alquran:
“Siapa pun yang datang (pada kiamat) dengan perbuatan baik akan memiliki lebih baik dari itu, dan mereka, dari teror dari hari itu, akan aman.” (QS An-Naml, 27:89)
“Dia yang tidak baik harus memiliki sepuluh kali lipat amalnya” (QS Al An’am, 6: 160)
“Kemudian akan ada orang yang telah melakukan berat atom baik melihatnya!” (QS Al-Zilzal, 99: 7)
Allah berulang kali menginstruksikan seperti dalam Alquran untuk berperilaku ramah, memberi amal, untuk melayani orang miskin, anak yatim, dan orang miskin. Sementara qur’an mengutuk penimbun dan orang kikir, itu juga melarang sakit-mengobati dan mengancam orang miskin dan yang membutuhkan.
Dalam semua ayat-ayat Al-Qur’an, Allah tidak memerintahkan umat Islam untuk bekerja hanya untuk kesejahteraan umat Islam. Tidak ada pembatasan seperti itu. Semua petunjuk ini bersifat umum dalam lingkup mereka dan karenanya mencakup, umat Islam serta non-Muslim. Nabi (saw) juga telah membuat jelas bahwa berjuang seorang muslim untuk kesejahteraan salah satu manusia atau makhluk hidup adalah tindakan amal.
Dikisahkan Anas bin Malik (RA):
Rasulullah berkata: “Tidak ada di antara umat Islam yang menanam pohon atau menabur benih, dan kemudian burung, atau seseorang atau makan hewan dari itu, tetapi dianggap sebagai hadiah amal untuknya.” (Sahih Bukhari, Vol. 3, Hadis No. 513)
Dalam Islam, menghapus suatu yang berbahaya dari jalan juga sedekah (amal). (Sahih Bukhari, Vol. 4, Hadis No. 232)
Dikisahkan Abu Huraira (RA):
Rasul Allah berkata, “Sementara seorang pria sedang dalam perjalanan, ia menemukan sebuah cabang berduri pohon di jalan dan dihapus. Allah berterima kasih kepadanya karena perbuatan itu dan memaafkannya.” (Sahih Bukhari, Vol. 3, Hadis No. 652)
Islam menahbiskan kita untuk memperlakukan semua makhluk hidup dengan baik dan dengan kebaikan.
pelayanan sosial yang dilakukan oleh seorang Muslim untuk setiap manusia, terlepas apakah penerima adalah seorang Muslim atau non-Muslim, dan yang mendapat manfaat ini lebih dekat dengan Penciptanya Allah dan membuat dia / dia memahami Islam lebih baik, maka reward untuk pemain dari layanan tersebut akan lebih dikalikan. Pertama, untuk layanan sosial dan kedua, untuk mendapatkan orang lain lebih dekat kepada Sang Khalik. tindakan-tindakan pelayanan sosial termasuk Islaah jika penerima adalah seorang Muslim dan Daw’ah jika penerima adalah non-Muslim.
Dikisahkan Urwa bin Az-Zubair (RA):
Hakim bin Hizam berkata, “O Rasul Allah! Aku digunakan untuk melakukan perbuatan baik di masa pra-Islam kebodohan, misalnya, menjaga hubungan baik dengan kawan-kawan saya dan kerabat, manumitting budak (melepaskan dan membebaskan budak setelah membayar untuk mereka) dan memberikan sedekah. Haruskah aku menerima upah untuk semua itu? ” Rasul Allah menjawab, “Kamu memeluk Islam dengan semua perbuatan baik yang Anda lakukan di masa lalu.” (Sahih Bukhari, Vol. 3, Hadis No. 423 & Sahih Muslim, Vol. 1, Hadis No. 223)
Dikisahkan Abu Huraira (RA):
Rasul Allah berkata, “Sementara seorang pria berjalan ia merasa haus dan turun baik dan minum air dari itu. Pada keluar dari itu, ia melihat terengah-engah anjing dan makan lumpur karena kehausan berlebihan. Pria itu berkata, ‘Ini ( anjing) menderita masalah yang sama seperti yang saya. Jadi dia (turun sumur), diisi sepatunya dengan air, tertangkap memegang itu dengan giginya dan memanjat dan disiram anjing. Allah mengucapkan terima kasih atas nya (yang baik ) perbuatan dan memaafkannya. ” Orang-orang bertanya, “Wahai Rasul Allah! Apakah ada pahala bagi kita dalam melayani (yang) hewan?” Dia menjawab, “Ya, ada hadiah untuk melayani bernyawa apapun.” (Sahih Bukhari, Vol. 3, Hadis No. 551)
Dengan demikian, pelayanan sosial dalam Islam membawa makna besar dan itu harus dilakukan untuk semua secara umum, terlepas dari agama. Dan Allah tahu yang terbaik.
Sistem zakat dalam Islam, namun adalah kewajiban agama dan kewajiban atas kaum muslimin dan penerima manfaat dari zakat hanya Muslim.
Al-Qur’an memberikan rincian tentang Muslim yang membutuhkan yang berhak zakat:
“Pengeluaran zakat hanya untuk orang miskin dan bagi yang membutuhkan dan untuk mereka yang bekerja untuk mengumpulkan (Zakaah) dan untuk membawa hati bersama-sama (Islam) dan untuk membebaskan tawanan (atau budak) dan bagi mereka dalam utang dan untuk jalan Allah dan untuk (terdampar) wisatawan -. kewajiban (dikenakan) oleh Allah dan Allah adalah mengetahui dan bijaksana “. (Surah Taubat, 9:60).

Redaksi Manggisan.ORG Situs www.manggisan.org adalah media online yang dikelola oleh santri FATIHUL ULUM Manggisan. Artikel tidak mencerminkan sikap resmi Pondok Pesantren Fatihul Ulum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *